Tampilkan postingan dengan label Article About Islam. Tampilkan semua postingan
Fakta dibalik Peraturan Islam untuk Wanita
.
Category Article About Islam
Tahun Baru Masehi : Sejarah Kelam Penghapusan Jejak Islam
.
Category Article About Islam
Solusi mudah mengkhatam Al-Quran
.
Solusi mudah mengkhatam Al-Quran di bulan ramadhan :
Al-Quran itu terdiri dari hampir 600 lembar. Kalau dibagi dalam 30 hari menjadi 20 lembar perhari.
Memang kalau dilihat sih susah tapi kalo dibagi dalam tiap shalat fardhu akan jadi mudah.
Berarti baca setiap habis shalat 4 lembar.
Kalau begini kamu akan mengkhatam Al-Quran di akhir bulan ramadhan.
Bayangkan setiap orang baca pesan ini dan mengkhatam Al-Quran.
Bayangkan pahala yang bakal kamu raih nanti.
Ketika anda ingin menyebarkan sms ini, setan pun mencegahnya.
Setan bilang "Ga usah SEBARIN, ga penting kok, BUANG2 WAKTU aja"
Yuk sebarin, seikhlasnya . . :D
Category Article About Islam
Shalat Hajat
.
SHALAT HAJAT: Shalat untuk meminta sesuatu pada Allah Swt.
Selesai Shalat Hajat, baca =
Istigfar 100 kali
Astagfirullaahal'azhim
Shalawat 100 kali
Allahumma shalli'alaa sayyidina muhammadin shalaatar ridlaa wardla'an ash-haabihir ridlaa arridlaa
Sujud, lalu membaca
Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.
Sambil memohon apa yang dimaksud atau diinginkan.
Semoga dengan shalat hajat ini apa yang dimaksuk atau diinginkan dapat dikabulkan. Amin
Category Article About Islam
Teror Hakiki Dan Ancaman Terbesar Dunia (Part 3)
.
Amerika Serikat Musuh dan Ancaman Sejati Dunia, Lawan!
Kaum muslimin tidak boleh tertipu oleh omong kosong perang melawan terorisme dan penegakkan keadilan yang dilontarkan AS dan pemimpinnya Barack 'pembual' Obama. Baginya, sebenarnya yang paling penting bukanlah keadilan bagi rakyat AS apalagi kedamaian dunia. Obama hanya mementingkan popularitasnya yang terus merosot karena ketidakbecusannya mengurus negerinya. Terbukti dukungan terhadapnya naik menjadi 53 persen setelah berita kematian Osama. Ia berkepentingan agar kembali bisa terpilih menjadi presiden di periode berikutnya. Maka ia tak peduli berapapun biaya yang dikeluarkan dan berapa muslim yang akan terbunuh.
Penjajahan dan kezaliman AS dan sekutunya itu harus dienyahkan, baik Osama ada ataupun tidak. Untuk itu kaum muslim tidak bisa mengandalkan dan berharap pada pemimpin mereka saat ini. Sebab sebagian pemimpin mereka justru berkolusi dengan musuh dan berkhianat dengan membuka jalan bagi kaum kuffar untuk membunuh kaum muslim rakyat mereka sendiri. Bagaimana bisa mereka mengaku mengurusi umat sementara mereka sendiri bersekutu dengan para penjajah? Sementara pemimpin yang lainnya lebih memilih menyanjung para penjajah dan bersembunyi di balik ketiaknya. Mereka lupa, suatu hari mereka pasti akan menyesalinya dan ingin melarikan diri dari persengkokolan itu sejauh-jauhnya. Di akhirat mereka akan tertimpa azab yang pedih.
Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang ynag mengikuti : "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka."" (QS. al-Baqarah:165-167)
Wahai Kaum muslimin!
Semua itu menunjukkan bahwa umat membutuhkan pemimpin dan sistem yang bisa mengenyahkan penjajahan dan kezaliman AS (Barat) dan melindungi setiap tetes darah umat ini. Yaitu tidak ada yang lain kecuali Khalifah yang menerapkan syariah islam dan menegakkan kedaulatan syariah. Hanya dengan khilafah kehormatan dan darah umat akan terjaga. Maka wahai kaum muslim! Bersegeralah memperjuangkan penerapan syariat dan tegaknya khilafah yang dijanjikan Allah untuk mendapatkan keridaan-Nya dan perlindungan dari musuh-musuh Anda. Wallah a'lam bi ash-shawab.
Category Article About Islam
Teror Hakiki Dan Ancaman Terbesar Dunia (Part 2)
.
Teror Amerika : Teror Hakiki Dan Ancaman Terbesar Dunia
Banyak masyarakat dunia dipaksa untuk percaya bahwa Osama bin Laden dan jaringan al-Qaedanya bertanggung jawab atas tewasnya 3000 orang di gedung WTC -Meski hingga kini kebenarannya masih diragukan banyak pihak, karena sejumlah kejanggalan yang ada-. Tidak cukup di situ, Obama dalam pidatonya tanggal 3 Mei lalu juga menyatakan bahwa jaringan al-Qaeda pimpinan Osama juga telah membunuhi muslim secara massal.
Dunia, termasuk kaum muslimin, terus diberondong dengan kampanye kebohongan yang semestinya membuat muak siapa saja yang mengetahui kebenaran. Ketika di awal jabatannya Obama akan bersahabat dengan dunia Islam, ia justru mengirimkan 17.000 dari rencana 21.000 pasukan tambahan ke Afghanistan pada ahun 2009.
Pasukan AS dan sekutunya bertindak seolah di wilayah mereka sendiri, membunuh warga sipil dan muslim yang tak berdaya, termasuk anak-anak, wanita dan orang tua di negeri muslim. Pada bulan Mei 2009 misalnya, dengan dingin pasukan NATO membunuh seorang bocah perempuan berusia 12 tahun, melukai seorang wanita dan seorang pria yang tengah berangkat menuju pesta pernikahan di Afghanistan Barat (Republika, 5/5/2009).
Di tahun 2008 saja sabanyak 2.100 orang rakyat sipil telah jadi korban. Di tahun 2009 jumlah korban perang Afghanistan meningkat hingga 40 persen. Dalam sebuah serangan pasukan NATO misalnya, tidak kurang 100 warga sipil menjadi korban (eramuslim, 6/5/2009). Menurut hitungan AFP berdasar hitungan resmi dan sebuah laman Internet independen, lebih dari 10.000 oang, sekitar seperlimanya warga sipil, telah tewas akibat kekerasan di Afghanistan tahun 2010 (investor.co.id, 3/1/2011).
Sementara di Irak, kantor berita Al Jazeera, mencatat sekitar 680 warga sipil di Irak, termasuk perempuan hamil dan gangguan mental, tewas terbunuh hanya karena melintas terlalu dekat dengan pos-pos pemeriksaan militer di jalanan yang dijaga pasukan AS dan sekutunya (Kompas, 25/10/2010).
Lembaga independen Iraq Body Count (IBC) yang bermarkas di Inggris mencatat jumlah korban sipil akibat kekerasan di Irak mencapai 100.709 - 110.006 orang. Analisis penuh atas data wikileaks masih bisa menambah angka 15.000 lagi (www.iraqbodycount.org, diakses pada 10/5)
Kalau Osama 'patut' dihabisi karena bertanggung jawab atas kematian 3000 orang di AS, yang sampai saat ini pun belum bisa dibuktikan kebenarannya, lalu bagaimana dengan pemerinah AS dan sekutunya yang telah membunuhi puluhan ribuan orang tak berdosa di Irak, Afghanistan dan Pakistan?
Di samping itu, kekejaman pasukan AS dan sekutunya di Irak seharusnya membuat Obama malu mengucapkan kata 'keadilan'. Sungguh Obama tidak memiliki kredibilitas untuk berbicara tentang keadilan. Pertanyaan yang seharusnya terlontar adalah : kapan kepada keluarga puluhan ribu korban invasi AS dan sekutunya bisa dikatakan "hari ini keadilan telah ditegakkan"?
Kata 'keadilan yang dilontarkan Obama pun di mata para pakar hukum internasional juga dianggap retorika kosong. Bila memang Osama bersalah bukankah seharusnya ada pengadilan yang membuktikannya?
Mantan Kanselir Jerman, Helmut Schmidt menyatakan bahwa tindakan AS sudah merupakan kriminalitas tingkat internasional dan pelanggaran hukum internasional. Hal senada dilontarkan Ehrhart Koerting, Menteri Dalam Negeri di Berlin.
Menurut pakar hukum internasional, Gert-Jan Knoops yang tinggal di Belanda, Osama seharusnya ditangkap dan diekstradisi ke Amerika. Sementara menurut Reed Brody, penasihat di Human Rights Watch, AS tak berhak melanggar protokol HAM atau hukum internasional meski dengan tujuan untuk membuat dunia lebih aman (lihat, detiknews.com, 4/5/2011)
Tapi Amerika Serikat tidak akan pernah mempedulikan kecaman atas tindakan brutal mereka. Karena mereka sudah menjadikan diri mereka sendiri sebagai hukum, hakim sekaligus eksekutornya. Bukan pengadilan internasional apalagi suara dunia Islam.
AS telah menghabisan dana US $ 1.3 triliun, menangkap dan menyiksa ratusan orang tanpa pengadilan, dan membunuhi ribuan warga sipil, membuat ketidakstabialn di berbagai wilayah di dunia, dan mendorong sektarianisme yang semuanya dilakukan dengan alasan untuk memberangus al-Qaeda dan Osama. Mereka juga tidak takut untuk mengeluarkan uang lebih banyak lagi untuk menunjukkan kepongahan mereka. Pasca kematian Osama, AS akan terus melanjutkan operasi militer brutal dengan dalih 'war on terror'. Maka AS sendirilah yang sebenarnya melakukan aksi teror dengan mengatasnamakan demokrasi dan perang melawan terorisme. Amerika The Real Terroris!
Category Article About Islam
Teror Hakiki Dan Ancaman Terbesar Dunia (Part 1)
.
Waktu itu saya melihat selebaran khotbah jumat. Lalu saya iseng-iseng membacanya, dan ternyata isi selebaran khotbah itu cukup menarik untuk membuka pikiran kita mengenai the real teror. Makanya saya sharing diblog ini..
Baca yaa teman-teman ^__^
(Dari Hizbut Tahrir Indonesia, Buletin Dakwah Al-Islam)
(www.hizbut-tahrir.or.id)
(Jum'at, 13 Mei 2011 M)
Para pemimpin Barat mungkin bisa bernafas lebih lega. Osama bin Laden dinyatakan tewas dalam sebuah operasi yang dilakukan pasukan Navy Seal Amerika Serikat di pinggiran kota Abbottabad, barat laut ibu kota Pakistan, Islamabad, Senin tengah malam (2/5/2011).
Meski sebagian pihak meragukan kematian Osama dalam operasi itu. Karena AS kerap berdusta kepada publik dunia atas keberhasilannya mengeksekusi Osama. Seperti pengakuan Paul Craig Roberts, mantan deputi menteri keuangan AS dalam wawancaranya dengan Press TV, berdasarkan laporan Dinas Intelijen AS, Osama bin Laden telah tewas pada 2001 lalu dan ini adalah kedua kalinya militer Amerika membunuh Osama (lihat, Republika.co.id, 10/5).
Beberapa jam setelah keberhasilan operasi tersebut, Presiden Obama berpidato mengumumkan kematian Osama. Obama menyatakan bahwa operasi penyerbuan itu dalam rangka "Melindungi bangsa kita dan membawa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan biadab ini pada sebuah 'keadilan'." Obama juga menyatakan, "Malam ini, kita dapat berkata kepada keluarga-keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintai karena teror al-Qaeda : 'Keadilan telah ditegakkan'."
AS memperlakukan jasad Osama dengan keji dan tidak sesuai syariat Islam. Jenazah Osama dijatuhkan ke laut Arab dari dek sebuah kapal induk Amerika Serikat.
Perlakuan yang bertentangan dengan syariat Islam dan nilai-nilai kemanusiaan itu jelas menyulut protes, Dr Ahmaed El Tayeb, Sheikh Al Azhar Mesir, mengecam pelemparan jenazah Osama bin Laden ke laut itu. Seorang pengacara muslim terkenal di Mesir, Montasser al-Zayat, juga mengecamnya seraya bertanya, "Tidakkah cukup bahwa mereka telah membunuhnya dan memamerkan kegembiraan mereka kepada dunia?" (lihat, Kompas, 3/5).
Category Article About Islam
