Tampilkan postingan dengan label Education : History. Tampilkan semua postingan

Sejarah Perkembangan Sosiologi


.



Sosiologi berdiri sebagai ilmu hadir pada masa Auguste Comte, seorang filosofi dari Perancis. Mengapa Auguste Comte bisa menemukan ilmu ini? Karena pada masa itu, di Eropa sedang terjadi revolusi di setiap aspek kehidupan (revolusi industri, revolusi ekonomi, revolusi sosial, dll) sehingga terjadi perubahan. Sebenarnya ada sisi positifnya, tetapi pada masa itu lebih banyak sisi negatifnya.

Lalu datang Herbert Spencer dari Inggris, ia mengembangkan gagasan Auguste Comte (sosiologi masih belum menjadi sebuah ilmu).  Herbert juga seorang penulis buku yang berjudul “Principles of Sociology”.
Kemudian datang Emile Durkheim pada tahun 1858-1917. Ia mengembangkan sosiologi dengan gagasan Auguste Comte dan manjadikan sosiologi sebagai ilmu yang dapat dipelajari dalam  bukunya yang berjudul “Rules of Sociological Method”.

Sementara itu sosiologi menyebar luas, dan sampailah di Indonesia. Bapak sosiologi Indonesia bernama Bapak Selo Soemardjan. Ia seorang dosen yang kemudian mengajar ilmu sosiologi di Universitas Gajah Mada (UGM). Ia menulis dua buku yang berjudul “Setangkai Bunga Sosiologi” dan “Social Change in Yogyakarta”

Pergolakan Dalam Negeri


.

1. PKI MADIUN
=> Latar belakang :
- Digantinya kabinet Amir Syarifuddin oleh kabinet Hatta.
=> Tujuan :
- Mendirikan Soviet Republik Indonesia.
- Membangun negara komunis.
=> Tokoh :
- Muso, Amir Syarifuddin, dan anggota PKI.
=> Usaha Pemerintah:
- Pemerintah menyerang Madiun dari dua arah. Dari Barat oleh pasukan Divisi Siliwangi dan dari Timur oleh pasukan di bawah pimpinan Kolonel Sungkono.
=> Dampak :
- Banyak pejabat, perwira TNI, pimpinan partai, alim ulama dan rakyat dibunuh.

2. DI/TII JABAR
=> Latar belakang :
- Tidak puas dengan perjanjian Renville.
=> Tujuan :
- Untuk mendirikan negara sendiri yang terpisah dari RI.
- Mendirikan Negara Islam Indonesia (NII)
=> Tokoh :
- Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo
=> Usaha Pemerintah:
- Secara diplomasi : melalui musyawarah
- Secara militer : Operasi Pagar Betis (rakyat), Operasi Brathayudha.

3. DI/TII JATENG
*GAUI
=> Tokoh:
- Mahfudz Abdurrahman (Kyai Somalangu).
=> Tempat:
- Di Kabumen
=> Usaha pemerintah:
- Pemerintah menurunkan pasukan TNI dengan nama Operasi Banteng Raiders.
*GMI
=> Tokoh:
- Amir Fatah
=> Tempat:
- Di Tegal, Brebes, Indramayu.
=> Usaha Pemerintah:
- Pemerintah menurunkan pasukan TNI dengan nama Gerakan Banteng Negara (GBN).

4. DI/TII ACEH
=> Latar belakang :
- Daud Beureuh merasa kecewa atas hilangnya kedudukan sebagai Gubernur militer.
- Turunnya status Aceh dari daerah istimewa menjadi daerah keresidenan.
=> Tujuan :
- Mendirikan Negara Islam Indonesia (NII)
=> Tokoh :
- Tengku Daud Beureuh
=> Usaha Pemerintah :
- Operasi militer
- Melakukan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh

5. DI/TII SULSEL
=> Latar belakang :
- Tuntutan Kahar Muzakar untuk masuk APRIS ditolak.
=> Tujuan :
- Untuk mendirikan Negara Islam Indonesia (NII)
=> Tokoh :
- Kahar Muzakar dan Gerungan.
=> Usaha Pemerintah :
- Mengirim Divisi Siliwangi

6. DI/TII KALSEL
=> Latar belakang :
- Ibnu Hajar mendeklarasikan berdirinya DI/TII di Kalsel 10-10-1950.
=> Tujuan :
- Menyatakan gerakannya bagian dari DI/TII.
=> Tokoh :
- Ibnu Hajar dan Kerukunan Rakyat Yang Tertindas (KRYT).
=> Usaha Pemerintah:
- Memerintahkan suatu operasi militer

7. Pemberontakan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil)
=> Latar belakang :
- Kalangan Kolonialis Belanda ingin mengamankan kepentingan ekonominya di Indonesia.
=> Tujuan :
- Untuk mempertahankan kedudukan Negara Pasundan.
=> Tokoh :
- Kapten Westerling, APRA, Sultan Hamid II
=> Usaha Pemerintah :
- Secara diplomasi : Tekanan terhadap pimpinan pasukan Belanda.
- Secara militer : Pemerintah mendatangkan kesatuan polisi dan polisi militer.
=> Dampak :
- Pasukan APRA dapat menguasai Kota Bandung dalam beberapa jam.

7. Pemberontakan PRRI (Pemerintah Revosulioner Republik Indonesia)
=> Latar belakang :
- Hubungan yang tidak harmonis antara pemerintah pusat dengan beberapa daerah, terutama Sumatera dan Sulawesi.
=> Tujuan :
- Untuk mempersiapkan usaha pembangunan di daerah secara intregal.
=> Tokoh :
- Letkol Ahmad Husein
=> Usaha Pemerintah :
- Operasi tegas, operasi 17 Agustus (operasi yg paling terkenal), operasi saptamarga, operasi sadar.
=> Dampak :
- Tercipta gerakan separatis di Sumatera.

8. Pemberontakan Permesta (Piagam Perjuangan Rakyat Semesta)
=> Latar belakang :
- Pergolakan politik
=> Tujuan :
- Untuk melindungi Indonesia bagian timur dari kaum militer.
=> Tokoh :
- Letkol Ventje Sumual, Panglima Wira-bhuana, D. J Somba, dan Anan Pope.
=> Usaha pemerintah :
- Menggelar operasi Merdeka
=> Dampak :
- APRI lambat laun berhasil merebut daerah-daerah kekuasaan Permesta.

9. Andi Aziz
=> Latar belakang :
- Menuntut hanya pasukan APRIS dari KNIL yang bertanggung jawab atas keamanan Negara Indonesia Timur (NIT).
=> Tujuan :
- Untuk mempertahankan dan menegakkan Negara Indonesia Timur.
=> Tokoh :
- Andi Aziz dan KNIL
=> Usaha Pemerintah :
- Pemerintah membuat ultimatum untuk Andi Aziz, isinya "4 x 24 jam lapor ke Jakarta dan mempertanggung jawabkan atas perbuatannya."
- Menggelar operasi militer yang dipimpin oleh Kolonel A. E Kawilarang.
=> Dampak :
- Andi Aziz dengan pasukannya menyerang markas TNI di Makassar sehingga pecah pertempuran.

11. Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)
=> Latar belakang :
- Tidak menerima terjadinya proses kembali ke negara kesatuan dan tidak setuju dengan masuknya KNIL ke dalam APRIS.
=> Tujuan :
- Untuk menyelesaikan persoalan RMS dengan cara damai.
=> Tokoh :
- Dr. Soumokil, Dr. J Leimana, Achmad Wiranatakusumah, Slamet Riyadi, dan Mayor Suryo Sutandrio.
=> Usaha Pemerintah :
- Menyelesaikan masalah RMS dengan cara damai. Misi damai itu diketuai oleh Dr. j Leimana.
- Dibentuk pasukan eksedisi khusus (APRIS/TNI) di bawah pimpinan Alex Kawilarang.
=> Dampak :
- Adanya praktek intimidasi, teror, dan serangkaian pembunuhan di berbagai tempat.

G30S/PKI


.

Numpang ngafalin ya, buat ulangan besok nih.. Sekalian memberi pengetahuan tentang sejarah G30S/PKI.. Hehe :)

=> Latar belakang G30S/PKI :
1. PKI menjadi salah satu partai pemenang dalam pemilu 1955.
2. Terbentuknya poros Jakarta-Peking.
3. Penerapan sistem pemerintahan berlandaskan NASAKOM.
4. Pergolakan politik yang semakin tidak stabil.
5. Terjadinya sengketa antara AD dan PKI.

=> Tujuan G30S/PKI :
-Mengubah ideologi pancasila menjadi ideologi komunis.

=> Tokoh G30S/PKI :
D. N Aidit dibantu oleh Letkol Untung Sutopo

=> Kronologis G30S/PKI :

* Tahap persiapan PKI dan tindakan :
1. Membentuk ormas-ormas, seperti : SOSBI (Kaum Buruh), BTI (Kaum Tani), GERWANI, dan LEKRA.
2. Mengusulkan terbentuknya angkatan ke-5.
3. Memfitnah AD dengan isu Cup Dewan Jenderal.
4. Merebut sarana penting, seperti : Stasiun RRI, Pusat Telekomunikasi, dan Bandara Halim Perdana Kusumah.
5. Menculik dan membunuh para Jenderal dari AD.

* Tahap usaha AD menghadapi usaha PKI :
1. Mengingatkan pemerintah tentang tindak-tanduk kegiatan PKI.
2. Menolak terbentuknya angkatan ke-5.
3. Menyampaikan kepada pemerintah bahwa yang dibentuk AD bukan Cup Dewan Jenderal tetapi Wanjakti (Dewan Jabatan Kepangkatan Tinggi).
4. Menjaga dan mengamankan pemerintah dari situasi politik PKI.

- 30 September 1965 : PKI menyusun kekuatan dengan mempersiapkan pasukan-pasukannya di daerah Lubang Buaya.
- 01 Oktober 1965 : Pasukan PKI mengadakan penculikan para Jenderal.
- 02 Oktober 1965 : Pemerintah mengadakan operasi militer dengan menurunkan pasukan kostrad di bawah Meyjen Soeharto.
=> yang memerintah pasukan => RPKAD => Kolonel Sarwo Edi Wibowo
- 02 Oktober 1965 : Pasukan RPKAD berhasil merebut kembali sarana penting : Stasiun RRI, Pusat Telekomunikasi
- 03 Oktober 1965 :Berhasil merebut Halim Perdana Kusumah dan dilanjutkan dengan pencarian para Jenderal atas petunjuk Brigadir Polisi Sukitman.
- 04 Oktober 1965 : Dilakukan penggalian mayat para Jenderal di sumur tua Lubang Buaya.
- 05 Oktober 1965 : Dilakukan pemakaman para Jenderal di Kalibata, taman makam pahlawan.
- 06-09 Oktober 1965 : Diadakan operasi militer pembersihan G30S/PKI baik di Jakarta, Jatim dan Jateng.
- 09 Oktober 1965 : Berhasil menangkap Letkol Latif.
- 11 Oktober 1965 : Letkol Untung Sutopo tertangkap di Tegal dan tertembaknya D. N Aidit di Boyolali.
- 24 November 1966 : Kematian D. N Aidit disebarluaskan, dilanjutkan dengan penangkapan tokoh lain G30S/PKI, seperti Nyono, Dr. Subandrio, Umar Dani, Sam Kamarujaman, Kolonel Sakirman.

Para sosok pahlawan revolusiyang terbunuh dalam peristiwa G30S/PKI :
1. Jenderal Ahmad Yani
2. Letjen Siswondo Parman
3. Letjen R. Suprapto
4. Letjen M. T Haryono
5. Mayjen D. I Panjaitan
6. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo
7. Kapten Pierre Tendean

*Oya,, untuk sarana penting seperti stasiun RRI, agak membingungkan, di buku paket studio RRI di buku tulis stasiun RRI. Jadi terserah kalian mau yang mana.. Mudah-mudahan, dua-duanya bener.. :D