Materi Kajima 2


.




Tema : Etika Berhias Muslimah

Assalamualaikum Waarahmatullahi Wabarakaatuh

Alhamdulilahi rabbil ‘alamin, Was sholatu wassalamu ‘ala, Asyrofil ambiyaa iwal mursalin, Sayyidina wa maulana Muhammadin, Wa ‘alaa ‘alihi wa shohbihi ajmain.
Ama ba’du.
Puji dan syukur kita panjatkan atas ke haddirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kesehatan  lahir dan batin kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul pada kajian online malam hari ini dalam rangka menghambakan diri kepada Allah SWT dan mencari kebaikan ilmu-Nya.

Salawat dan salam tidak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita nabi Allah Muhammad SAW. Semoga kita semua termasuk hambanya yang taat, yang berhak mendapatkan syafaatnya di hari akhir kelak..

Sebelumnya perkenalkan saya Rizki Amelia, biasa dipanggil Lia. Senang sekali malam hari ini bisa berkumpul dengan teman-teman sholiha semuanya. Sebelum saya mulai, saya harap dalam kajian kali ini kita bisa sama-sama belajar, sama-sama memperbaiki apa yang salah dan belum benar termasuk apa yang saya sampaikan, mohon koreksinya. Baik...sesuai dengan tema nya yaitu “Etika Berhias Muslimah”.

Jika kita mengharuskan diri kita hidup sebagai wanita modern, rasanya tidak akan ada kata cukup dalam memperhias diri karena trend dan mode yang akan menjadi tujuan utama kita, namun beda hal nya jika kita hidup sebagai seorang wanita muslimah karena dalam perspektif Islam, cantik itu Simple!

Ukhti sholeha
, menggunakan make up, menggunakan perhiasan atau aksesoris cantik hingga menggunakan pakaian terkini adalah beberapa cara yang kadang seringkali kita lakukan dalam upaya untuk mempercantik diri. Karena memang pada hakikatnya seorang wanita pasti selalu ingin tampil cantik.

Namun jangan sampai apa yang kita gunakan malah menimbulkan kebencian-Nya ya ukhti...semoga apa yang kita kenakan selalu mendatangkan kebaikan serta ridhonya. Aamiin.

Pernah mendengar kata Tabarruj? Secara bahasa Tabarruj berasal dari kata al burj yang berarti bintang atau sesuatu yang terang/tampak. Sementara itu, jika ditarik dari penggunaannya, tabarruj berarti berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan. Adapun perhiasan dan kecantikan dari wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali yang biasa tampak darinya seperti wajah dan telapak tangan.

“Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu” – Al-Alzab ayat 33. Syaikh Ábdur Rahmas as Sa’di menafsirkan ayat tersebut dengan berkata, “Janganlah kalian (wahai para wanita) sering keluar rumah dengan berhias atau memakai wewangian, sebagaimana kebiasaan wanita-wanita jahiliyah yang dahulu, mereka tidak memiliki pengetahuan (agama) dan iman. Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kaum wanita) dan sebab-sebabnya” (Taisiirul Kariimir Rahmaan karya Syaikh Ábdur Rahman as Sa’di).

Sesungguhnya kecantikan seorang wanita hanya untuk suaminya. “Nah, bagaimana dengan kita yang masih single kita dandan buat siapa dong?”. Back to the point...Cantik seorang wanita hanya untuk suaminya, jadi kalau kamu masih single berarti kecantikanmu harus terus dijaga ya ukhti. Apa pake make-up gak boleh? Boleh, tetap boleh asal tidak berlebihan!

Oke, sekarang kita masuk pada macam-macam contoh tabarruj yang sesungguhnya seringkali kita temui disekitar kita:
1.      Jilbab yang tidak menutupi seluruh tubuhnya
Saat ini seringkali yang kita temui dan mungkin juga seringkali kita gunakan adalah jilbab yang tidak menutupi tubuh. Sebelumnya Jilbab itu apa sih? Jilbab adalah Pakaian yang menutupi aurat dari seorang muslimah. Dalam surah Al-ahzab ayat 59 “Hendaknya mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka”.  Lalu bagaimana dengan jilbab yang tipis? Maka usahakan di double ya ukhti, agar rambut kita tidak menerawang dari luar.

2.      Jilbab yang membentuk tubuh wanita
Jilbab haruslah longgar dan tidak membentuk tubuh wanita. Jilbab juga harus terulur dari atas kepala hingga bawah, sesuai keterangan para ulama bahwa jilbab itu adalah satu pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita dari atas sampai bawah. Dalam hal ini, pakaian yang dipilih juga harus dari bahan yang tidak membentuk tubuh untuk menghindarkan lekuk tubuh wanita terlihat saat bergerak.

3.      Jilbabnya dijadikan sebagai perhiasan
Surat An Nuur ayat 31, “Dan janganlah mereka (wanita-wanita yang beriman) menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami-suami mereka, atau bapak-bapak mereka…”, Maka akan menjadi hal yang dilarang apabila kita menjadikan jilbab yang kita gunakan sebagai perhiasan diri terlebih jika hal itu mampu menarik perhatian lelaki yang bukan mahram kita.

4.      Menggunakan pakaian tipis atau transparan
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Akan ada di akhir umatku (nanti) wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, di atas kepala mereka (ada perhiasan) seperti punuk unta, laknatlah mereka karena (memang) mereka itu terlaknat (dijauhkan dari rahmat Allah SWT)”. Dalam hadis lain ada tambahan, “mereka tidak akan masuk surga dan tidak dapat mencium bau (wangi)nya, padahal sungguh wanginya dapat dicium dari jarak sekian dan sekian”.

5.      Memakai wewangian
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Seorang wanita, siapapun dia, jika dia (keluar rumah dengan) memakai wangi-wangian, lalu melewati kaum laki-laki agar  mereka mencium bau wanginya, maka wanita itu adalah seorang pezina”. Bahkan, berdasarkan hadis shahih lainnya larangan ini juga berlaku bagi wanita yang keluar untuk shalat berjamaah di masjid. Namun seringkali yang saya temui, beberapa orang muslimah kadang mengabaikan (maaf) bau badan nya. Padahal Islam sangat mencintai kebersihan, maka bukan berati pula kita tidak boleh sama sekali memakai wewangian asalkan wangian tersebut sifatnya tidak berlebih hingga orang lain bisa menyium harum nya.

Maka dari sini bisa kita simpulkan ukhti, bahwa berhiaslah sewajarnya dan jangan sampai menimbulkan ketertarikan oleh para lelaki. Karena memang kecantikan dan perhiasan yang kita miliki hanya untuk suami kita kelak.

Demikian teman-teman sholillah semua nya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat menjadi kebaikan. Saya pribadi mohon maaf atas segala kekurangan, semoga kita semua dapat dikumpulkan oleh Allah kembali pada Surga-Nya. Aamiin
Akhirul kalam,

Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik. Wallahul muwaffiq ila aqwamithaaryq,,,Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

“Be somebody in the eyes of Allah swt, even if you are nobody in the eyes of people”

Sesi pertanyaan :
1.      Indah Sukma Adina : 
Assalamualaikum kak... Mau nanya,, sebenarnya yang di katakan istiqomah dalam bercadar itu gimana, kak?

JAWAB :

Wa'alaikumsalam wr wb Terimakasih ukhti indah untuk pertanyaannya. saya ingin mencoba menjawab. secara harfiah, istiqomah adalah konsisten dalam melakukan kebaikan. Nah lalu apa yang dimaksud dengan istiqomah dalam bercadar? Pada hakikatnya hukum bercadar itu memiliki beberapa pendapat dari para ulama...menutupi kecantikan wajah seorang muslimah tentunya menjadi hal yang baik. lalu bagaimana caranya istiqomah? hem, jujur saya pribadi masih terus belajar bagaimana cara nya berniqab ukhti:), tapi dari beberapa teman saya yang sudah berniqab mereka berkata "bercadar itu menenangkan" sehingga untuk mencapai tahap istiqomah maka kita harus mendapatkan rasa ketenangan itu terlebih dahulu. wallahualam bissawab.

2.      Anggun Marga :
Assalamualaikum. Terimakasih atas waktunya. Maaf kak saya mau tanya,  apakah memakai pakaian yang sudah menutup tapi warna warni sama saja berlebihan? 

JAWAB :

Wa'alaikumsalam wr wb. terimakasih ukhti untuk pertanyaannya. saya ingin mencoba menjawab, bahwa berdasarkan kajian yang pernah saya ikuti bahwa ada beberapa hal yang kadang lazim bagi sebagian orang. Contohnya bagi masyarakat/muslimah yang berasal dari timur tengah, pakaian berwarna merah tentunya bukan hal yang lazim bagi kalangan mereka karena sesungguhnya di arab pakaian yang seringkali digunakan adalah berwarna hitam namun beda hal nya jika pakaian warna warni tersebut digunakan bagi wanita Indonesia yang memang memiliki kultur budaya yang berbeda sehingga mungkin tidak akan menjadi hal yang aneh bila digunakan dikalangan kita ukhti, asal kembali lagi pada hakikatnya segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik apalagi jika dapat menimbulkan perhatian oleh banyak orang. wallahhualam bissawab,

3.      Afraap :
Assalamualaikum kak, terimakasih atas kesempatan yang diberikan, ijin bertanya lalu apakah tetap diperolehkan bagi wanita untuk menggunakan wangi-wangian keluar dari rumah? Karena pasti kebanyakan perempuan gak pernah lepas dari parfum dsb?

JAWAB:

Wa'alaikumsalam wr wb. terimakasih ukhti untuk pertanyaannya. saya ingin mencoba menjawab, islam sangat mencintai kebersihan. saya pribadi masih menggunakan parfum jika keluar dari rumah namun tidak berlebihan dalam artian dengan wangi yang tidak menyengat sehingga walaupun digunakan tetap tidak menimbulkan wangi yang berlebihan hingga orang lain dapat menyium harum nya. wallahuaalam bissawab

4.      Maitsa Farrasoya :
Bagaimana pendapat ukh mengenai akhwat yang  menggunakan celana tetapi tidak ketat (longgar) yang sekarang ini banyak dijual,  celana tersebut yg memirip-miripkan bentuk rok ukh?

JAWAB :

Wa'alaikumsalam wr wb. terimakasih ukhti Maitsa untuk pertanyaannya. Saya ingin mencoba menjawab, memang sekarang sedang sangat marak celana yang lebar dan menyerupai rok. dari beberapa kajian yang pernah saya ikuti, ada yang mengatakan boleh asalkan celana tersebut benar-benar tidak memperlihatkan lekuk tubuh kita/longgar dan usahakan gunakan baju yang panjang agar benar-benar lekuk tubuh kita tidak terlihat.wallahualam bissawab.

5.      Fira :
Assalamualaikum terimakasih atas waktunya, Dirasa masih suka khawatir apakah berhias diri saat ini dikatakan berlebihan atau tidak, karena terkadang adanya event tertentu mengharuskan seperti itu. Pertanyaannya, Dikatakan berhias diri berlebihan itu seperti apa ya? Dan bagaimana parameternya?

JAWAB :

Wa'alaikumsalam wr wb. terimakasih ukhti Fira untuk pertanyaannya. Saya ingin mencoba menjawab, kadang saya pribadi juga masih terus bertanya-tanya...kira-kira make up yang aku gunakan apakah berlebihan atau gak ya? :) Namun selagi berhias tersebut tidak mengubah ciptaan Allah, seperti mencukur alis mata, sulam alis, menunjukkan perhiasan seperti gelang serta kalung dst dan make up yang terlalu menor/tebal maka secara natural dan sederhana tanpa make up yang tebal insyaAllah kita tetap menjadi muslimah yang cantik ukhti:). wallahualam bissawab.

6.      Rahmita Pratama :
Mungkin sedikit melenceng dari tema ukh, hehe. Begini, menurut ukhti hukum pemakain behel bagi kaum akhwat seperti apa? Lusa ada teman saya menawari pasang behel kepada saya sekadar untuk meratakan struktur fisik si gigi, dan saya masih pikir-pikir takutnya nanti menimbulkan mudharat. Mohon penjelasannya. Syukron.

JAWAB :

Wa'alaikumsalam wr wb. terimakasih ukhti Rahmita untuk pertanyaannya. Saya ingin mencoba menjawab, berdasarkan buku yang pernah saya baca. menggunakan behel tidaklah haram, asalkan dengan niat dan tujuan untuk memperbaiki kesehatan dalam hal ini dengan struktur gigi yang kurang rapi/berantakan maka penggunaan behel malah dianjurkan. namun hukumnya akan menjadi haram apabila kita yang menggunakan bertujuan bukan hanya untuk memperbaiki kesehatan melainkan untuk hal-hal lain yang Allah tidak sukai misal mengikuti strend. wallahualam bissawab.

One Response to “Materi Kajima 2”

  1. Unknown says:

    As reported by Stanford Medical, It's indeed the ONLY reason this country's women live 10 years more and weigh 42 pounds less than we do.

    (And actually, it is not about genetics or some secret exercise and absolutely EVERYTHING around "how" they eat.)

    BTW, I said "HOW", and not "what"...

    Tap on this link to uncover if this quick quiz can help you decipher your true weight loss possibilities

Your Reply