Sebuah Kenanganku Bersama Kak Reno (bagian : 3)


.

Hari ini sudah memasuki bulan puasa. Dan sudah berapa lama semenjak kejadian tangisanku itu, aku dan kak Reno lost contact. Malam hari menjelang bulan puasa biasanya aku mengirim sms ucapan mohon maaf lahir dan batin ke teman-temanku, dan kak Reno termasuk dalam daftar orang-orang yang aku kirimin sms itu. Dia pun membalas smsku dengan ucapan mohon maaf lahir dan batin juga. Ya, hanya itu, tapi aku juga nggak mengharapkan sms lebih dari dia. Lagian pulsa aku juga sudah nggak cukup untuk membalas smsnya nanti.

Selamat bulan puasa teman-teman. Mohon maaf lahir dan batin ya :)”
***

Di pertengahan bulan puasa, aku dan kak Reno sering smsan. Puncaknya saat tanggal 23 Agustus 2011, canda-candaan yang kita lontarkan berubah menjadi satu kalimat penuh makna yang dia tulis '“Kakak mah kalau udah sayang sama cewek sayang banget! Kalau gak percaya, coba aja Nayla jadi pacar kakak. Wkwkwk.'”

Membaca kalimat itu nggak membuatku kaget, tapi malah pengen ketawa. Aku jawab aja, '“Oke. Ayo buktiin!”' Jujur aja, saat menulis kata-kata tadi, hatiku nggak pernah ingin menjadi pacarnya, nggak ada rasa suka sedikit pun.

Dari kalimat-kalimat kecil itu, akhirnya kita resmi pacaran. Dan aku membuat sebuah perjanjian '“Kita pacaran nggak serius. Kakak mau punya pacar lagi juga nggak apa-apa. Gitu juga aku.”' Kak Reno keberatan dengan perjanjian itu, dia bilang “'Gimana kakak mau benar-benar sayang kalau punya cewek lain.'” Tapi aku tetap mempertahankan perjanjian itu, entah dengan senang hati, biasa aja, atau berat hati, kak Reno pun mengalah dan setuju.

Kak Reno mengatakan, “'Ya udah biasa aja, jangan serius, nantinya sakit :)”' Kalau itu sebuah status di facebook, aku pasti like. Dan kalau itu sebuah tweet di twitter, aku pasti retweet. Hehe, habis aku setuju banget sama kata-katanya.

Aku pun membuat satu perjanjian lagi, “'Kalau nanti kakak punya cewek lagi, bilang Nayla ya. Nanti pasti Nayla putusin.”' Untuk perjanjian itu dia langsung setuju. Huuuu, apa banget deh. Wkwk.

Oh my god! Dia langsung manggil aku sayang. Membaca kata “sayang” membuat aku geli sendiri. Kak Reno malah menyuruhku manggi dia sayang juga. Tanpa basa-basi aku menolaknya dengan halus.

Perdebatan pun terjadi, tapi hanya untuk sesaat. Dia pun mengalah lagi, dan berkata “'Ya udah, kalau belum biasa mah manggilnya kakak dan Nayla aja.'” Yes! Menang lagi! ^_^
***

3 hari sebelum bulan puasa berakhir. Aku smsan sama kak Reno, dari awalnya yang sekedar basa-basi nanya “Lagi apa?” sampai ke topik mantan pacarnya. Itu semua gara-gara aku menyuruh dia menonton drama korea yang ada di TV.

Setelah melihat drama korea itu, dia balas sms aku, '“Ceweknya kayak mantan kakak, rambutnya pendek.”' Aku yang membaca sms itu berkata dalam hati "“What? Terus urusannya sama gue apa?!”"

Tapi tiba-tiba ada suatu rasa penasaran dalam diriku tentang mantan pacarnya itu, aku pun menanyakan lebih jauh tentang mantannya. Kak reno bercerita kalau dia itu masih suka sama mantannya, tapi sayang mentannya udah punya cowok lagi, dan sebenarnya mantannya dan cowok barunya itu nggak saling suka. '“Kok bisa nggak saling suka tapi bisa pacaran?”' pertanyaan semacam itu yang aku keluarkan pada kak Reno.

Otakku pun bekerja, lah bukannya aku dan kak Reno juga nggak saling suka ya. Tapi kita bisa pacaran. Hahaha.

Sms pun berlanjut ngebahas tentang mantannya. Aneh, harusnya kalau orang pacaran tuh bakal kesal ngebahas suatu hal tentang masa lalu bersama mantannya. Tapi aku nggak cemburu sama sekali tuh. Itu artinya? Aku benar-benar nggak suka sama dia!

_bersambung_

Your Reply